KAROMAH HABIB MUNDZIR AL MUSAWA-

-KAROMAH HABIB MUNDZIR AL MUSAWA-

Suatu hari seorang wali besar dari Tarim, guru dari Guru Mulia Habib Umar bin Hafidz yang sudah renta Habib Abdul Faqir Al Masyhur menjumpai Habib Mundzir sambil menangis:
"Wahai MUHAMMAD... "
"Nama saya Mundzir bukan Muhammad."
"Engkau MUHAMMAD SAW.... "
Habib Mundzir pun terdiam.
Ketika Habib Umar datang, maka berkatalah Habib Abdul Faqir Al Masyhur:
"Wahai Umar, inilah Maula Tanah Jawa."
Maka Habib Umar pun hanya tersenyan senyum....

Kemanapun beliau pergi pasti disambut tangis umat dan cinta. Telah banyak orang yang masuk Islam di tangan beliau, banyak orang bermimpi Rasul yang hadir di majlisnya, bahkan ada seorang wanita yang selalu mimpi Rasulullah SAW dan telah bai'at dengan banyak thariqah, sudah 10 tahun ia tak lagi melihat Rasulullah SAW, entah kenapa sebabnya, namun ketika ia hadir di majlis Habib Mundzir, ia bisa melihat lagi Rasulullah SAW. Maka berkatalah wanita itu: "Sungguh Habib yang ini adalah Syeikh futuhku, dia membuka hijabku tanpa dia mengenalku, dia benar-benar dicintai oleh Rasulullah SAW... "
Ketika kabar itu disampaikan pada Habib Mundzir, beliau hanya menunduk malu.

Ketika gunung Papandayan bergolak dan sudah dinaikkan levelnya dari "siaga satu" menjadi "awas", Habib Mundzir justru dengan nyaman pergi kesana. Sampai di puncak gunung, beliau berdoa kemudian melemparkan jubahnya kedalam kawah dan kawah pun akhirnya reda hingga kini. (VCD nya kini disimpan di markas Majlis Rasulullah dan dilarang untuk disebar luaskan).

Demikian pula ketika beliau masuk daerah Beji, Depok yang terkenal dengan sihir dan dukun-dukun jahatnya.... Maka keesokan harinya setelah selesai acara Habib Mundzir, seorang dukun menemui panitia dan berkata: "Saya ingin berjumpa dengan Tuan Guru yang semalam buat maulid disini....!"
Orang-orang pun kaget karena dia terkenal sebagai seorang dukun jahat, tak pernah shalat, tak mau dekat dengan ulama dan sangat ditakuti. Ketika ditanya permasalahannya, ia menjawab:
"Saya mempunyai 4 jin khodam, semalam mereka lenyap, lalu subuh tadi saya melihat mereka memakai baju putih dan sorban. Mereka telah masuk Islam. Ketika kutanya kenapa mereka masuk Islam, mereka menjawab: "Apakah Tuan tidak tahu, semalam ada Kanjeng Rasul hadir di acara Habib Mundzir, kami pun takluk dan masuk Islam."

Kejadian serupa di Depok, seorang dukun yang mempunyai dua macan jadi-jadian yang menjaga rumahnya, malam itu keduanya menghilang, maka ia pun mencarinya dan menemukan keduanya sedang duduk bersimpuh di depan pintu masjid mendengarkan ceramah Habib Mundzir.

Begitupun ketika beberapa muridnya hendak pergi ke Kuningan Cirebon, daerah yang terkenal dengan ahli santet dan sihirnya, maka Habib Mundzir nenepuk bahu muridnya dan berkata"
"MA'AN NABI.....!" Berangkatlah, Rasulullah SAW bersama kalian."
Ketika mereka membaca maulid, tiba-tiba terjadi angin ribut yang menderu-deru mengguncang rumah itu dengan dahsyat, lalu mereka memohon perlindungan kepada Allah SWT dan teringat Habib Mundzir dalam hatinya. Tiba-tiba angin ribut pum reda dan mereka mencium minyak wangi Habib Mundzir yang seakan lewat dihadapan mereka, dan terdengarlah ledakan bola api di luar rumah yang tidak bisa masuk ke rumah itu. Ketika mereka pulang dan menceritakan kejadian itu kepada Habib Mundzir, beliau hanya senyum dan menunduk malu.

Demikian pula pedande-pedande di Bali. Ketika Habib Mundzir berkunjung ke Bali. Kaum muslimin disana berkata: "Maaf Habib, semua hotel sudah penuh, kami tempatkan Habib di rumah yang dekat dengan kediaman Raja Leak di Bali. Maka Habib Mundzir senyum-senyum saja. Keesokan harinya Raja Leak itu berkata: "Saya mencium wangi Raja dari pulau Jawa ada disekitar sini semalam."

اللهم صل علي سيدنا محمد وعلي اله وصحبه وسلم.....

Comments

Popular Posts